Cinta

Cinta, menjadi suatu topik yang tidak ada habisnya untuk dibahas setiap orang dan setiap harinya. Dia dijadikan lirik-lirik lagu romantis. Dia diwujudkan dengan sentuhan dan belaian kasih sayang. Dia juga dapat berwujud perhatian dan hadiah. Aku pernah merasakan semua itu. Hingga ada suatu ruang kosong untuk mengajukan pertanyaan, apa sebenarnya artinya cinta?

Sebagai manusia yang penuh kekurangan, saya menyadari perlunya seseorang atau sekelompok orang yang dapat dijadikan penunjuk jalan dalam setiap persoalan dan saya telah menemukan itu. Sebut saja mereka “orang-orang bercahaya”. Mengenai cinta, “orang-orang bercahaya” ini pernah mengatakan:

“Jangan bergantung kepada cinta karena ia langka, tetapi bergantunglah kepada Allah yang Maha Kuasa”

“Orang yang mencintaimu tidak akan menjerumuskanmu ke dalam dosa, sedangkan orang yang membencimu akan menjerumuskanmu ke dalam dosa. “

 

Cinta itu langka. Ya, sangat langka. Kata mutiara kedua mencerminkan alasan mengapa cinta itu langka, yaitu sedikitnya yang mengajak kepada kebaikan dan Sumber dari kebaikan itu sendiri, yaitu Allah SWT. Kebanyakan cinta hanya mengajak kepada harapan palsu dan khayalan semu, yang akhirnya hanya berujung kekecewaan dan penyesalan.

Kalau memang cinta, ajaklah dia menuju hal-hal yang baik. Jangan suruh berkhayal apalagi berharap pada janji palsumu! Sekali lagi, ajaklah menuju hal-hal yang baik jika kau sungguh-sungguh mencintainya. Dan, kalau memang cinta, kau tidak akan membuatnya lupa kepada Tuhan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s