Random

Mungkin saya cuma perlu berpikir, manusia yang masuk dalam kehidupanku adalah utusan-utusan Tuhan yang akan menyampaikan hikmah untukku. Entah berapa lama mereka menetap di sini, tetap hikmah itu yang harus aku cari. Jika yang aku cari adalah mereka, itu salah dan menyesatkan. Pantas saja susah berlepas diri, meskipun orangnya sudah pergi. Nyatanya memang begitu, pada akhirnya kita akan sendiri. Entah hidup, entah mati. Entah di atas tanah ataupun di bawah tanah. Sama saja. Makanya, seseorang yang aku kagumi pernah berkata, “Berhentilah untuk berpikir berteman dengan si ini atau si itu. Cukup berteman dengan Tuhan saja, Teman Sejati, Keindahan yang sesungguhnya. “

Semua mekanisme dan aturan itu, itu cuma sarana demi menyiapkan mental untuk berhadapan dengan Tuhan di Hari Pengadilan nanti. Bukankah hidup sendiri sudah merupakan ujian? Lalu apa yang perlu kau banggakan dalam menjalani ujian yang berat ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s