Rindu, Itu Saja

Jarak sesungguhnya adalah perekat dua sejoli yang ampuh, jika keduanya setia satu sama lain. Jarak adalah penguji perasaan paling baik. Menguji kedewasaan untuk selalu berprasangka baik. Menguji keyakinan bahwa tidak ada satu perbuatan pun yang akan sia-sia, apalagi kebaikan karena ia akan dibalas langsung oleh Tuhan. Menguji keyakinan pula bahwa semua hanya milik-Nya.

Jarak, kian kemari kian mendekatkan. Bara rindu semakin susah dipadamkan. Rindu melihat senyum simpul yang berbentuk segitiga itu. Rindu melihat gelak tawa pelepas gelisah itu. Rindu bersandar pada bahu yang tidak kupedulikan kerasnya seperti apa. Rindu usapan hangat penenang pikiran itu.

Mengapa kau tak di sini saja selamanya? Tahukah kau, jiwaku lelah mencarimu? Jiwaku ingin menyatu dengan jiwamu. Di mana lagi dapat kutemukan pencari-Nya di zaman yang mengerikan seperti ini? Cinta-Nya hanya dapat kutemukan pada jiwa pencari pula. Ayolah, kemari. Kita melebur dalam Tuhan bersama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s