Tuhan dan Zaman

Dunia kita tak berhenti berbilang

Menggemakan kehidupan yang bergelimang

Sayang semua itu mudah hilang

Dimakan waktu yang kian meradang

 

Apalah artinya kita memamerkan

Hal yang gampang tertelan zaman

Tak begitu kuat ku punya ingatan

Hanya demi rendahnya kenikmatan

 

Kalau memang nikmatmu lestari

Mengapa kau buat semua iri

Lebih layak dipendam sendiri

Daripada mengundang perih sanubari

 

Kalau harimu bagai kaca yang pecah

Mengapa kau tak sujud di sajadah

Kepada Tuhan yang membagikan jatah

Sehingga pagimu kembali cerah

 

Kerasnya dunia tak terasa

Kala kau tak menggantungkan asa

Pada dunia yang remuk binasa

Yang meninggalkan kau duduk nelangsa

 

Tak adakah yang lebih baik

Daripada mencerca dan mendelik

Ada menuntun kita sesama salik

Kepada tujuan utama Sang Khalik 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s