Lakukan yang Terbaik!

Dunia kita bukan tempat yang 100% dipenuhi dengan kebaikan. Banyak orang yang condong bahkan senang dengan kejahatan. Tidak sedikit pula orang yang mencintai kebaikan dan menyebarkannya. Manusia pada fitrahnya adalah suci dan penuh kebaikan. Perjalanan hidup yang ditempuh setiap orang berbeda-beda dan itu menghasilkan pemikiran yang berbeda pula mengenai kehidupan.

Tuhan sudah menawarkan dua pilihan; kebaikan dan keburukan. Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Namun Tuhan tidak pernah memaksa sedikit pun ciptaan-Nya dalam memilih. Sebaliknya, Dia memberikan kebebasan memilih jalan hidup, asal masing-masing individu menyadari akibat dari pilihan tersebut. Mungkin ini yang disebut “kebebasan bersyarat”.

Situasi dunia saat ini, dalam kacamata saya, memiliki dua sisi. Sisi pertama, semakin banyak orang yang menyadari rahasia alam dan berani menyebarkannya demi kemaslahatan sesama. Sisi pertama ini saya sebut dengan perubahan yang progresif. Ada kemajuan moral dari manusia bumi, terlepas dari apa keyakinan mereka, yang menginginkan suatu sistem kehidupan yang adil dan seimbang.

Sisi kedua, semakin banyak pula orang yang tergila-gila akan kehancuran moral dunia. Ada yang sengaja, ada pula yang tidak sengaja. Sengaja menutup-nutupi kebenaran yang tersimpan, yang makna kebenaran tersebut sesungguhnya luhur dan dapat dimiliki setiap orang. Sengaja membelokkan fakta yang sebenarnya, yang secara tidak langsung membelokkan paradigma publik. Sengaja menyuburkan kerakusan diri sebagai dewa yang patut diagungkan setiap diri. Tentu ini melahirkan ketidaksengajaan yang bersumber dari para korban yang terhipnotis oleh produk-produk orang yang “sengaja” ini.

Sungguh malang nasib orang-orang baik. Inilah waktu yang sering disebut tuanku, ketika memegang keimanan bak memegang bara panas. Orang-orang jahat mendominasi. Saling tuduh, saling caci maki, saling mencari kesalahan orang lain, dan lain-lain. Yang menyebarkan nasihat baik dianggap pamer dan berlebihan, lebih cepat dilupakan daripada menjadi inspirasi. Yang menyebarkan kerakusan dan ego begitu dipuji, bahkan dicari tahu banyak orang.

Sering merasa sedih melihat keadaan seperti ini. Mencoba menyebarkan semangat positif, tapi apa daya jika itu dianggap membosankan bagi banyak orang. Sampai pada suatu kesimpulan, bahwa saya sebagai orang yang mencintai kebaikan (meskipun masih jadi pendosa) harus melakukan yang terbaik, tidak setengah-setengah, terlebih dalam menyebarkan kebaikan. Ya, inilah saya apa adanya, tak kurang tak lebih. Hanya seorang perempuan yang ingin dunia menjadi tempat yang nyaman ditinggali setiap orang. Mari pertahankan niat baik ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s