Nyasar

Ini berkaitan dengan apa yang saya rasakan selama kuliah di jurusan teknik telekomunikasi. 

Melihat senior-senior kampus saya yang sudah meninggalkan kampus ini dan bekerja di bidang telco itu kadang membuat saya iri. Iri karena saya merasa tidak begitu menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan di sini. Iri juga karena ilmu yang mereka pelajari di sini terpakai di area kerja mereka. Sedangkan saya, mahasiswi tingkat akhir yang kebingungan mau menguasai bidang apa. Saya sedang tidak mencari-cari alasan. Saya berusaha keras belajar, pastinya berusaha mendapat nilai sebagus mungkin. Saya sendiri tidak memungkiri, dengan pemahaman matang bisa kudapat nilai yang bagus pada mata kuliah yang ada. Terlebih jika niat kita murni mencari ilmu, apa yang kita pelajari selamanya melekat dalam otak kita. Syukur-syukur jika bisa berbagi ilmu dengan orang lain.

Tapi, permasalahannya adalah saya di sini tidak merasa ini “tempat” saya. Jujur, berat buat saya pribadi, di saat yang sama saya harus belajar teori dan rumus seabrek. Saya juga harus menguasai kemampuan praktek yang berkaitan dengan dunia telco, seperti jaringan, pemrograman, drive test, dan sebagainya. Pusing. Terlalu banyak tuntutan. Apalagi kalau hanya untuk memenuhi tujuan dari suatu mata kuliah, termasuk nilainya. Saya bukan tipikal orang yang bisa melakukan dua atau lebih pekerjaan sekaligus. Saya begitu mengenal kemampuan saya bahwa saya adalah orang tipe linguistik, kecerdasan yang berkaitan dengan bahasa. Seluler, subcarrier, gelombang, mereka semua sesuatu yang tidak terlihat namun terwakili oleh rumus-rumus rumit. Jaringan, yang kulihat hanya router-router berkumpul di suatu tempat dan itu pun saya tidak tahu cara mengutak-atiknya. Steganografi, pixel, filter, tapi yang di hadapanku cuma komputer dan kode-kode pemrograman.

Teori-teori, di mana posisimu? Mengapa menghitung dan menghafal seperti itu membuat banyak mahasiswa tidak bisa lulus tepat waktu? Kadang saya merasa, di sini saya seperti dicekoki pemahaman untuk belajar dalam waktu cepat. Tapi sayangnya, apa setiap orang bisa seperti itu? Apa bisa melakukan generalisasi bahwa setiap mahasiswa adalah pembelajar yang cepat? Saya pribadi bukan pembelajar yang cepat, tapi lambat. Butuh proses yang lama agar pemahaman menempel di otak. Sama seperti waktu belajar bahasa Inggris, belasan tahun lamanya. Tidak cuma teori, namun benar-benar kupraktekkan sendiri. Itu pun bebas, tidak terikat dengan aturan belajar tertentu. Kalau salah, tidak ada yang akan memberikanku nilai jelek. Tidak ada yang akan mencemooh saya jika saya masih blepotan berbicara bahasa Inggris. Apalagi jika berhasil. Toh memang begitu adanya, semua butuh proses. Nah, bahasa yang bisa dilihat tulisannya saja lama dipelajari. Apalagi sesuatu yang gaib seperti telekomunikasi.

Kurang sekali di sini apresiasi terhadap kemampuan mahasiswanya. Tercipta paradigma-paradigma tidak jelas. Menggosipkan orang-orang yang tidak berhasil seminar apalagi skripsi. Membicarakan si anu bisa ini dan itu, di hadapan orang yang tidak bisa bidang tersebut. Orang yang lulus cepat bagai artis. Yang lulus lambat bagai orang yang terpinggirkan. Tidak jarang dianggap pemalas, nakal, atau tidak pintar. Padahal apa yang dialami setiap orang itu berbeda-beda. Belum kemajuan studi yang digembar-gemborkan di media sosial, padahal kalau ditanya langsung malu-malu kucing. Yang “bisa” sering berkumpul dengan yang “bisa” saja. Seringkali merasa sibuk sendiri, padahal yang “belum bisa”, yang sedang semangat belajar, sangat membutuhkan bantuan. Sejenak saya berpikir, apa ini yang namanya kuliah?

Akhirnya saya sadar saya harus berjuang sendiri. Dengan kemampuan pas-pasan, berkutat dengan waktu sambil mempelajari materi dan menyusun rencana studi. Berusaha cuek terhadap omongan orang, yang mereka sendiri pun tidak berperan dalam kemajuan studi saya. I’m single fighter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s