Datang dan Pergi

Datang dan pergi. Suatu sifat alami manusia. Datang saat dibutuhkan, pergi saat tidak diharapkan. Ada pula yang pergi saat tidak diharapkan untuk pergi. Lebih sedih kalau yang pergi adalah sahabat yang selalu bersama kita dalam banyak aktivitas. Atau mungkin lebih parah lagi jika sahabat beralih ke seseorang yang berada di sekitar kita sendiri. Tetap bisa kulihat wajahnya, tapi semua tidak ditujukan untuk saya lagi. Dia mengetuk pintu yang berbeda kini.

Apa pemandangan ini akan saya lihat beberapa bulan lagi? Mungkin. Lengkap sudah. Tidak pernah berandai untuk memiliki selamanya, karena ada penghalang yang cukup besar. Tapi, siapa yang ingin dilupakan begitu saja? Biarpun sekuat tenaga menghancurkannya, tetap saja, pemandangan tak enak akan mengingatkanku pada keadaan yang sama, dulu. Sebuah memori akan kembali mencuat.

Tidak secepat itu memori menghilang, teman. Kau menyaksikan sendiri apa yang kuderita selama ini. Berapa banyak usahaku menambal semua duka. Biarpun aku masih bodoh, malah seperti umpan balik. Mencari solusi kepada tersangkanya sendiri.

Semoga apa yang dikatakan tuanku benar. Logam terasah dengan dibakar, manusia teruji dengan diberi cobaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s